DR. H. LUKMAN ABUNAWAS, SH,M.SI., lahir di Kendari 11 September 1958. Beliau birokrat sejati dan pejabat karir yang memulai keseluruhan pengabdiannya dari bawah. Benar-benar dari bawah—dalam pengertian sesungguhnya. Lukman adalah putra bapak Abunawas (mantan Manteri Kabupaten di Buton, Sulselra) dan Hj. St. Juhariah. Walau lahir dari keluarga pamong, secara pribadi Lukman tetaplah seorang yang rendah hati. Mewarisi bakat kepempinan sang ayah, Lukman bahkan berhasil menapaki kembali jejak almarhum Abunawas. Lukman menjadi Bupati Kabupaten Kendari (kini Kabupaten Konawe). Ia akrab disapa LA saja.

Menikahi Hj. Yati Lukman pada tahun 1977, Beliau dikaruniai tiga putri dan dua putra; Arniwaty Abunawas, SE., M.Si., (istri Wakil Bupati Konawe saat ini); Isnawaty Abunawas, ST., MM.; Andry Abunawas, SH., MH.; Ardiansyah, S.Ip.; dan si bungsu Fatimah Azzahra masih duduk di bangku kelas V SD.

Ia mengawali karir sebagai PNS pada 1 Juni 1976 pada Pemda kabupaten Maros Sulawesi Selatan. Tahun 1983, saat berpangkat golongan IIb, ia pindah ke Pemprov Sultra. Tiga tahun kemudian, ia memperoleh kenaikan golongan IIIa, dan menjadi pelaksana Kasubag Dokumentasi di kantor BP7. Ia kemudian pindah ke Pemkab Kendari tahun 1988 dan diamanahi sebagai Sekwilcam Kecamatan Wawotobi dan pada tahun 1990 menjadi Camat Wawotobi sampai Juni 1996.

Selepas jabatannya sebagai Camat, Lukman dipercaya Pemkab Kendari memimpin beberapa jabatan strategis: sebagai Kabag Pemerintahan Kabupaten Kendari (1996-1998), lalu di tahun 1998-1999 menjadi Kadis Tata Ruang, kemudian menjadi Kadis Diknas, hingga pada 1 April 2003 ia terpilih menjadi Bupati Kendari sampai April 2008. Kecintaan masyarakat Konawe kepadanya, kembali mengantarkan Lukman terpilih sebagai bupati di periode berikutnya (2008-2013). Saat itu terjadi perubahan nomenklatur penamaan Kabupaten Kendari yang berubah menjadi Kabupaten Konawe.

Lukman memang birokrat sejati. Ia memulai kariernya dari bawah hingga kemudian menjabat sebagai pimpinan birokrasi tertinggi di Sultra dengan pangkat Pembina Utama//golongan IVe, dengan masa kerja lebih dari 33 tahun. “Bekerja profesional sesuai tupoksinya masing-masing” adalah pesan Lukman tentang hal penting yang harus dilakukan untuk menjadi Aparat Sipil Negara yang dedikatif dan berhasil. “Khususnya, jangan pernah melakukan tindakan amoral yang tidak sesuai dengan norma-norma sosial dan agama,” tegas Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara ini.

Lukman Abunawas, untuk rakyat dan Sulawesi Tenggara yang ia cintai.

Biografi: Lukman Abunawas
Sosial Share

Navigasi pos


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *